Minggu, 08 November 2009

Gaun Polkadot - a tricky plead




Dear Emily,

Kamu tau apa yang kira-kira sama susahnya dengan mencari belahan jiwa, Mr. Right, atau apalah itu namanya? Itu adalah menemukan gaun polkadot yang tepat untukmu.

Mencari gaun polkadot, tak salah lagi, sedikit lebih rumit daripada urusan pakaian lainnya. Pertama-tama, polkadot adalah motif yang sangat mudah terpeleset menjadi konyol. Kamu harus hati-hati sekali memilih; salah-salah kamu jadi terlihat seperti badut sirkus atau gadis balita yang gemar permen loli besar.

Kemudian, motif polkadot rasanya agak susah dicari, berbeda dengan motif kotak-kotak, garis-garis, bunga-bunga, apalagi polos. Maksudku, ada berapa potong sih baju motif polkadot yang kamu temukan di setiap department store? Jadi dengan kuantitas terbatas, ditambah persyaratan-persyaratan warna, ukuran dan kerapatan bintik...belum lagi model bajunya (kenapa oh kenapa gaun polkadot dengan potongan simpel hampir tidak ada di dunia ini, atau setidaknya tidak pernah di duniaku?), gaun polkadot hampir sama jarangnya dengan semanggi berdaun empat; dan gaun polkadot dengan potongan simpel yang jatuh bagus di tubuhmu adalah nyaris utopia.

Mungkin aku harus pergi ke pasar loak GUtenmorgen, ya.

Mungkin selama ini aku mencari di tempat yang salah. Gaun polkadot yang unik dan satu-satunya untukku itu pasti tidak bersedia dipajang di sembarang butik. Dia ada di tempat di mana aku harus menempuh perjalanan jauh, mencarinya di sudut-sudut tak terduga, menawarnya dengan kesabaran dan wajah tenang (walau hati bergejolak), menarik-ulur, bersedia membayar lebih untuknya karena aku sangat menginginkan dia, tapi tidak terlalu banyak hingga aku terpaksa menderita jalan kaki dari Gutenmorgen ke flatku di Cinderwhite.

Mungkin gaun yang tepat akan datang bersama orang yang tepat. Hahahaha. You wish.





Ketikcepat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar