Minggu, 11 Oktober 2026

Tarik tambang dengan botol

Kitara,

Bagaimana kabarmu, apakah masih dalam fase writer's block? Mungkin racauanku bisa memantik idemu untuk menulis... Atau mungkin membuatmu makin pusing. Yah, mari kita lihat.

Akhir pekan lalu, aku iseng mengusulkan sebuah permainan. Mirip tarik tambang, tetapi aturannya sedikit berbeda. Pertama, tambangnya adalah botol. Kedua, pemain harus menarik botol sekuat mungkin, seperti tarik tambang, tetapi tujuannya untuk merebut botol itu dari tangan para lawan lain. Ketiga, ini bukan permainan tim: semua orang berjuang untuk dirinya sendiri.

Kami mencoba memainkannya di lapangan. Seorang teman menjadi wasit, melempar botol ke tengah-tengah kami yang berdiri membentuk lingkaran. Kami berlomba mencapai botol itu. Beberapa orang yang beruntung berhasil menaruh tangan di botol, kami yang lain harus mundur. Lalu, mereka mulai berebut.

Kitara, menurutmu siapa yang memenangkan botol itu?

Yang berbadan paling besar, katamu? Atau berlengan paling kekar?

Pemenangnya seorang gadis muda, tubuhnya mungil. Berbeda dari teman-teman lain di permainan ini, dia tidak berusaha menarik botol itu atau merebutnya dengan paksa. Sebaliknya, dia mencurahkan seluruh tenaga untuk tetap MEMEGANG botol itu. Ya, hanya memegang. Botol itu ditarik kesana-kemari oleh sekian pemain, si gadis ikut terombang-ambing. Seseorang bertubuh tinggi menyentakkan botol hingga jatuh terjengkang, si gadis ikut tersentak dan jatuh. Tetapi, tangannya tidak pernah lepas, berpegang mantap pada botol.

Satu demi satu lawannya kelelahan, menyerah, bergerak menjauh. Kerumunan merenggang hingga tersisa satu lawan yang masih menarik, mengguncang, menyentak. Gadis ini mengikuti semua gerakan tanpa melawan. Wajahnya tenang, seolah berkata, "Apapun yang terjadi, botol ini tak akan kulepaskan." Bermenit-menit mereka bergulat. Lalu, lawan terakhir itu pun menyerah, dan si gadis menang.

Kitara, ternyata yang paling kuat adalah tekad.


- Galia -