Rabu, 11 November 2009

30 Mei 1999: untuk Coklat



Hari ini (lagi-lagi) menangis untukmu.
Tidak banyak, hanya setetes.
Tanpa suara, sendiri saja, dalam gelap.
Karena tak perlu ada yang tahu
Apa yang kurasakan tentangmu,
Apa yang kurindukan tentangmu-
Karena setiap patah cerita yang terlontar dariku tentang itu akan menjadi konyol dan pipiku akan memerah dan bicaraku tergagap hingga tinggal diam yang tersisa.
Bahkan kamu tak perlu tahu.
Karena kamu mungkin tak akan mengerti,
Mungkin hanya akan terdiam bingung
Dan merasa bersalah karena membuatku menangis tanpa tahu apa yang kau lakukan sehingga membuatku menangis.
Dasar bodoh.
Si bodoh yang membuat senyumku merekah seperti terung bulan di pagi hari, dulu,
dan kini membuatku mengalirkan setetes sungai.
Entah nuansa apa yang kau bawa setiap kalinya, tapi bagiku, kamu tidak pernah nir-warna.
Sejak saat itu, begitulah adanya, selalu.




Dari
Kamu-tahu-siapa



PS. BUlan depan aku pindah kota. Kalau kamu membalas suratku, mungkin aku akan memberi alamat baruku. Mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar