094.jpg)
Sahabat, aku tahu kisahmu.
Setelah jatuh-bangun yang kaualami, lalu kamu berkata getir "percuma, semua usaha yang sudah dilakukan selama ini." Sebentar, sebelum kamu terlanjur berpaling, aku punya sepatah untukmu - jika ini bisa menggantikan tanganku untuk mencegahmu menarik diri dari dunia.
Tapi cinta tidak pernah percuma, sahabat. Kamu pernah jatuh, pernah bangun kembali, (semoga) menjadi lebih kuat dan bijak karena itu. Cinta tidak pernah percuma, karena di atasnya kamu membangun sayap-sayapmu, membiarkannya berkembang lebar mengangkatmu tinggi ke angkasa, menuju matahari, seperti Icarus.
Jika suatu saat kamu terbang terlalu dekat hingga sayapmu terbakar dan kamu jatuh hitam kembali ke bumi, jangan menyesalinya. Tanpa cinta kamu tidak akan pernah tahu rasanya terbang. Maksudku, sempatkah sesaat sebelum jatuh kau menengok ke bawah? Bukankah pemandangannya luar biasa? Sempatkah saat kamu tinggal landas, terasa jantungmu melesak ke perut karena tekanan gravitasi yang melepas dirimu? Bukankah rasanya luar biasa? Bagaimana riuh detak jantungmu dalam antisipasi, saat orang yang kau nanti semakin dekat menuju ke arahmu? Tidakkah hidupmu menjadi semarak karenanya?
Tidak seorangpun, tak ada seorangpun yang pernah mengalami apa yang kamu alami, sahabat, karena mereka tidak berani terbang dengan nama cinta. Surga telah menganugerahimu kesempatan untuk bertumbuh. Seperti biji yang diberi tanah subur untuk berkecambah, lalu ditempa dengan hujan badai dan terik surya agar menjadi pohon yang kokoh, seperti itulah jiwamu ditempa dengan kesedihan, harapan yang tak terwujud, dan kehilangan orang tercinta, agar kau layak bersanding bersama Dia Yang Empunya Cinta.
Jadi jika kau perlu, berdukalah, menangislah, marahlah, kecewalah - berbahagialah. Karena kamu sudah mencintai, dan atas alasan itu kamu berhak hidup lebih tinggi.
Salam takzim,
Smurf Kacamata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar