Kamis, 18 Februari 2010

Batu Air Mata




Kalau kamu tidak bisa menangis, kalau kamu merasa sedih tapi takut untuk menangis,
Bagaimana kalau aku membuatkanmu air mata?

Aku akan memahatnya dari sebongkah batu putih yang berkilat karena terlalu banyak tergerus ombak laut.
Bukan benda cair yang akan tumpah di dalam tas dan membasahi buku-buku, sehingga tulisanmu (yang biasanya kau goreskan dengan spidol snowman, warnanya bagus tapi luntur kalau kena air) lenyap tercuci.
Kamu bisa mengenakannya di leher saat sedang sedih, dan kamu akan tampak sangat cantik, lalu kamu akan terhibur dengan kecantikanmu,
Dan kamu akan merasa "Hmm, mungkin hari ini tak perlu menangis".

Jika batu itu tak berhasil,
aku akan menggali sebuah danau untukmu, danau berbentuk air mata yang airnya biru berbuih.
Lalu aku akan berbohong padamu, "Lihat, kamu sudah menangis tidak hanya seliter, tapi sedanau air mata, jadi sekarang sudah tak perlu lagi menangis, nanti air matamu habis."
Dan kamu akan percaya, lalu menjaga air matamu tetap tersimpan karena kamu harus menghematnya,
Karena kamu ingin masih bisa menangis haru saat sungkem pada orang tuamu,
Juga menangis duka saat kerabat dekatmu tiada.

Jika danau itu tak berhasil,
aku akan keluar angkasa mencari seorang (benarkah? atau seekor? atau sebuah?) alien berperadaban tinggi,
lalu aku akan memintanya membuatkan sebuah mesin canggih,
Mesin yang dapat menarik keluar air mata dalam diri manusia bersama semua rasa sedihnya.
Dan kamu bebas menggunakan mesin itu, kapanpun kamu merasakan sedih yang terlarang untuk meneteskan air mata.

Atau,
aku bisa kembali ke bumi menjumpaimu, lalu berkata
"Menangis saja, tak apa, aku di sini dan di depanku tak perlu berpura-pura kuat."
Dan kamu akan tersedu-sedu sampai kamu rasa cukup, lalu kamu akan kembali ceria.

Bisa saja begitu.

Andai mengatakannya semudah bertemu alien, aku pasti akan melakukannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar